About Beautiful Mount Bromo in Indonesia

Mount Bromo is an energetic volcano and a part of the Tengger geological formation, in East Java, Indonesia. At 2, 329 metres (7, 641 ft) it’s not the best peak of the geological formation, however is that the most acknowledge. The geological formation ruang is one in all the foremost visited holidaymaker attractions in East Java, Indonesia. The volcano belongs to the Bromo Tengger Semeru park. The name of Bromo derived from Javanese pronunciation of Brahma, the Hindu creator god.

Mount Bromo sits within the middle of an apparent referred to as the ” ocean of Sand “, a protected nature reserve since 1919.

The distinctive thanks to visit Mount Bromo is from the near mountain village of Cemoro Lawang. We provide Bromo tour packages From there it’s potential to steer to the volcano in regarding forty five minutes, however it’s additionally potential to require associate unionized machine tur, which incorporates a stop at the perspective on Mount Penanjakan (2, 770 m or 9, 088 ft). the perspective on Mount Penanjakan may be reached on foot in regarding 2 hours.

Depending on the degree of volcanic activity, the Indonesian Centre for vulcanology and Disaster Hazard Mitigation generally problems warnings against visiting Mount Bromo.

Sejarah Kota Bandung yang menarik untuk diketahui

Sejarah Kota Bandung yang menarik untuk diketahui – Nama resmi kota itu sepanjang masa kolonial Hindia Belanda yaitu Bandoeng.

Rujukan paling awal ke daerah itu datang dari th. 1488, meskipun temuan arkeologi tunjukkan type spesies Homo erectus sudah lama tinggal di pinggir Sungai Cikapundung serta di sekitaran danau tua Bandung. Sepanjang era ke-7 belas serta ke-8 belas, Perusahaan Hindia Belanda (VOC) membangun perkebunan di lokasi Bandung.

Pada 1786, jalan supply yang menghubungkan Batavia (saat ini Jakarta), Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang serta Cirebon dibuat. Pada th. 1809, Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis serta penakluk beberapa besar Eropa termasuk juga Belanda serta koloninya, memerintahkan Gubernur Hindia Belanda H. W. Daendels melakukan perbaikan system pertahanan Jawa membuat perlindungan Inggris dari India. Daendels membuat satu jalan, membentang sekitaran 1. 000 km (620 mil) dari barat ke pantai timur Jawa, melalui Bandung.Sejarah Kota Bandung

Pada th. 1810, jalan itu dibangun di Bandung serta dinamakan De Groote Postweg (atau ‘Jalan Raya Besar’), tempat Asia-Afrika sekarang ini. Dibawah perintah Daendels, R. A. Wiranatakusumah II, Kepala Administrator Kabupaten Bandung waktu itu, geser dari Krapyak, di selatan, ke satu tempat di dekat sepasang sumur suci kota (sumur Bandung), website saat ini dari alun-alun kota (alun- alun). Dia membuat dalam, masjid agung serta pendopo (tempat pertemuan petinggi umum) dalam tujuan orang Sunda classic, 16 dengan pendopo yang menghadap ke gunung Tangkuban Perahu, yang dipercaya mempunyai situasi mistis.

Pada th. 1880, kereta api besar pertama pada Batavia serta Bandung usai dibuat, tingkatkan industri enteng di Bandung. Orang Cina bersama-sama ke kota untuk menolong menggerakkan sarana, service serta jadi vendor. Lokasi yang berdekatan dengan stasiun kereta api masih tetap dapat dikenali jadi lokasi Chinatown tua. Pada th. 1906, Bandung di beri status gemeente (kotamadya) serta lalu dua puluh th. lalu stadsgemeente (kotamadya).

Diawali pada awal 1920-an, pemerintah Hindia Belanda buat gagasan untuk mengubahkan ibu kota mereka dari Batavia ke Bandung. Dengan hal tersebut, sepanjang dekade ini, pemerintah kolonial Belanda mulai pembangunan barak militer, gedung pemerintah pusat (Gouvernments Bedrijven, Gedung Sate saat ini) serta bangunan pemerintah yang lain. Tetapi, gagasan ini, dipangkas oleh Perang Dunia II, kemudian Belanda tidak bisa membuat kembali koloni mereka karna Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.

Daerah subur Pegunungan Parahyangan yang melingkari Bandung mensupport perkebunan teh yang produktif. Pada era ke-9 belas, Franz Junghuhn mengenalkan pabrik cinchona (kina). Dengan panorama yang lebih sejuk serta ditinggikan, dikelilingi oleh perkebunan besar, Bandung jadi daerah resor Eropa yang eksklusif.

Yang memiliki perkebunan kaya berkunjung ke kota pada akhir minggu, menarik wanita serta entrepreneur dari ibu kota, Batavia. Jalan Braga tumbuh jadi jalan pejalan kaki dengan kafe, restoran serta toko butik. Dua hotel dan wisata bergaya art deco, Savoy Homann serta Preanger, dibuat di sekitaran Concordia Society, satu tempat tinggal club untuk orang kaya dengan satu ballroom besar serta satu teater. Julukan ” Parijs van Java ” diberi ke kota Bandung.

Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda di Bandung

Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda di Bandung – Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda Taman Hutan Raya (insinyur) H. Juanda) adalah kawasan konservasi dan kebun raya di Bandung, Indonesia. Ini mencakup 590 hektar, membentang dari Dago Pakar ke Maribaya.

Taman ini mengambil namanya setelah Djuanda Kartawidjaja, Perdana Menteri terakhir Indonesia. Terletak di Kampung Pakar, Desa Ciburial, di Kecamatan Cimenyan.

Ketinggiannya berkisar antara 770 dan 1330 meter di atas permukaan laut. Tanahnya yang subur menopang sekitar 2.500 jenis tanaman, terdiri dari 40 familia dan 112 spesies.

Pada tahun 1965 taman ini didirikan dengan luas sekitar 10 ha, namun ini telah berkembang menjadi 590 hektar peregangan dari Dago Pakar ke Maribaya.

Saat ini dikelola oleh Dinas Kehutanan Pemprov Jabar (sebelumnya di bawah naungan Perum Perhutani).

Untuk Anda yang membutuhkan sewa bus pariwisata Bandung kami selalu siap untuk melayani.

Bangunan yang ada di Jalan Braga Bandung

Bangunan yang ada di Jalan Braga Bandung – Pada tahun 1900-an, bersamaan dengan rencana pemerintah Hindia Belanda untuk memindahkan ibu kota dari Batavia ke Bandung, pemerintah memasukkan Braga Street ke dalam bagian perencanaan kota.

Pada tahun 1906, dewan kota mulai mengganti batu dengan aspal dan menerapkan peraturan baru untuk merancang bangunan baru di jalan. Bangunan Art Deco mulai menghias jalan dan sekitar 50% di antaranya masih hadir dengan arsitektur aslinya.

Mulai dari pintu masuk selatan, Gedung Merdeka berdiri di tikungan, yang dikenal sebagai tempat Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Dibangun pada tahun 1895 sebagai klub untuk orang kaya, bangunan ini pertama kali dinobatkan sebagai Concordia Society.

Bangunan ini direnovasi dua kali pada tahun 1920 dan 1928, yang terakhir dirancang oleh dua arsitek Belanda, Van Galen Last dan C. P. Wolff Schoemaker. Sekarang digunakan sebagai museum konferensi.

Di sudut tenggara penampang antara Jalan Naripan, sebuah bangunan bertingkat delapan terlihat karena gaya gelombang lautnya yang khas. Dirancang oleh arsitek Belanda A.F. Aalbers pada tahun 1936, bangunan arsitektur modern yang radikal digunakan untuk bank DENIS (De Eerste Nederlandsch-Indische Spaarkas atau First Dutch-Indies Savings).

Aalbers menerapkan gaya arsitektur Sekolah Amsterdam dengan dialek ekspresionisme yang kuat, yang ditunjukkan oleh kurva bulat di sepanjang sisi horizontal dan satu façade vertikal di tengahnya, namun ia juga memasukkan arsitektur modernis untuk desain interior. Bangunan tersebut masih digunakan sebagai kantor pusat bank daerah, yaitu Bank Jabar.

Untuk Anda yang membutuhkan sewa bus pariwisata Bandung kami selalu siap untuk melayani.

Sejarah Jalan Braga di Bandung

Sejarah Jalan Braga di Bandung – Warga kota menjuluki Pedatiweg, dari kereta gantung kuda Indonesia (pedati), karena jalannya sempit (sekitar 10 m atau 30 kaki lebar) yang hanya bisa dilewati gerbong.

Jalan itu dibangun hanya untuk menghubungkan Great Post Road besar dengan gudang kopi, yang dimiliki oleh pemilik perkebunan kopi Belanda Andries de Wilde (gudangnya sekarang menjadi pusat pemerintahan kota atau balaikota).

Pada tahun 1856, ketika Bandung adalah ibu kota Kabupaten Priangan, beberapa rumah kolonial dibangun di sepanjang jalan tanah Braga Street dengan rumah-rumah mereka penuh dengan alang-alang, rumput alang-alang atau bahan jerami lainnya.

Pada tahun 1882, sebuah kelompok teater berdiri di bagian selatan jalan dan Toneel Braga, nama kelompok drama tersebut, menjadi terkenal.

Warga berbondong-bondong ke jalan untuk menyaksikan pertunjukan kelompok tersebut setiap malam dan oleh karena itu jalan diperbaiki dengan perkerasan batu, dan lampu minyak dipasang. Jalan itu pada waktu itu dikenal dengan sebutan Jalan Braga.

Pada tahun 1884, sebuah kereta api yang menghubungkan Batavia dengan Bandoeng diletakkan dan inti kota tumbuh dengan cepat. Bangunan baru memenuhi ujung selatan jalan sementara ujung utara masih merupakan hutan pohon karet.

Jalan itu menjadi lebih terkenal dengan toko kelontong bernama De Vries yang menjual kebutuhan sehari-hari bagi pemilik perkebunan. Hotel, bank, kafe dan restoran dibuka dan jalannya berubah menjadi jalan perbelanjaan utama.

Pada awal abad ke-20, jalan itu merupakan jalan perbelanjaan Eropa yang paling penting di Hindia Belanda.

Beberapa perusahaan Barat yang terkenal membuka toko mereka di jalan, termasuk Chrysler, Plymouth dan distributor mobil Renault.

Peritel toko buku, pengecer dan perhiasan dan toko perhiasan di tempat yang biasa ada di jalan untuk masyarakat tinggi.

Untuk Anda yang membutuhkan sewa bus pariwisata Bandung kami selalu siap untuk melayani.

Wisata Jalan Braga di Bandung

Wisata Jalan Braga di Bandung adalah sebuah jalan kecil di pusat kota Bandung, Indonesia, yang terkenal pada tahun 1920-an sebagai jalan pejalan kaki.

Kafe, butik, dan restoran yang chic dengan suasana Eropa di sepanjang jalan membuat kota ini mencapai julukan Paris of Java.

Jalan dimulai dari pertigaan dengan Jalan Asia-Afrika (atau De Groote Postweg pada masa penjajahan) ke utara sampai dewan kota (balaikota), yang dulunya merupakan gudang kopi.

Untuk Anda yang membutuhkan sewa bus pariwisata Bandung kami selalu siap untuk melayani.

Wisata Gedung Sate di Bandung

Wisata Gedung Sate di Bandung adalah gedung publik di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Ini dirancang sesuai dengan desain neoklasik yang menggabungkan elemen asli Indonesia oleh arsitek Belanda J.

Gerber untuk menjadi pusat Departemen Transportasi, Pekerjaan Umum dan Pengelolaan Air Hindia Belanda; bangunan ini selesai dibangun pada tahun 1920. Saat ini, bangunan tersebut berfungsi sebagai tempat duduk gubernur provinsi Jawa Barat.

Nama umumnya, Gedung Sate, adalah nama panggilan yang secara harfiah diterjemahkan dari bahasa Indonesia menjadi ‘bangunan sate’, yang merupakan referensi ke bentuk puncak pusat bangunan – yang menyerupai bentuk salah satu sajian tradisional Indonesia yang disebut sate.

Untuk Anda yang membutuhkan sewa bus pariwisata Bandung kami selalu siap untuk melayani.

Wisata Alam Danau Situ Patenggang Bandung

Wisata Alam Danau Situ Patenggang Bandung adalah danau yang terletak di kawasan obyek wisata alam di sebelah selatan kota Bandung, Jawa Barat, tepatnya di desa Ciwidey. Terletak di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut, danau ini memiliki pemandangan yang sangat eksotis.

Awalnya, danau ini disebut Situ Patengan oleh masyarakat setempat. Karena pengucapan patengan terlalu sulit untuk dikatakan dalam bahasa Sunda, maka mereka menyebutnya Situ Patenggang atau Danau Patenggang.

Label / nama danau di maps.google.com adalah Situ Penganten yang Penganten berarti pasangan pengantin baru.

Untuk Anda yang membutuhkan sewa bus pariwisata Bandung kami selalu siap untuk melayani.

Wisata Trans Studio Bandung

Wisata Trans Studio Bandung adalah sebuah taman hiburan di Bandung, Indonesia. Trans Studio dibangun di atas lahan seluas 4,2 hektare dengan biaya investasi hingga 2 triliun rupiah.

Trans Studio Bandung terdiri dari banyak bagian, antara lain: pusat perbelanjaan bernama Trans Studio Mall (biasanya disebut TSM), sebuah taman rekreasi yang disebut Trans Studio dan hotel mewah bernama Trans Studio Hotel.

Untuk Anda yang membutuhkan Sewa Bus Pariwisata Bandung buat romongan tour, kami siap menyediakannya untuk Anda.Trans Studio Bandung

Mall Trans Studio Bandung

Trans Studio Mall Bandung atau biasa disebut TSM adalah pusat perbelanjaan terbesar di Bandung, Indonesia. Mal ini berada di lokasi strategis di Jalan Gatot Subroto. Mal perbelanjaan ini memiliki 5 lantai secara total.

Pusat perbelanjaan ini memiliki banyak penyewa nasional dan internasional ternama, seperti Toko Bagian Metro, Gramedia, bioskop TSM XXI, Trans Studio Bandung, Hero Supermarket, dan masih banyak lagi. Mal ini merupakan bagian dari CT Corp yang dimiliki oleh Chairul Tanjung.

Dengan penambahan theme park Trans Studio Bandung dan hotel mewah Trans Luxury Hotel, tempat strategis Trans Studio Mall Bandung telah menjadikan kompleks Trans Studio menjadi hiburan one stop bagi wisatawan. Trans Studio Mall Bandung juga memiliki banyak sekali spot foto sehingga menjadikan shopping mall menjadi lebih asyik bagi remaja dan dewasa muda.

Atrium utama pusat perbelanjaan didekorasi oleh ratusan kupu-kupu kertas yang membuat tempat ini adalah tempat terindah di seluruh pusat perbelanjaan. Selain untuk pariwisata, pusat perbelanjaan juga sangat ramah keluarga dengan adanya bioskop TSM XXI dan taman hiburan Trans Studio Bandung.

Sejarah Trans Studio Bandung

Sebelumnya Trans Studio Mall Bandung disebut dengan nama Bandung Supermall. Mal ini dibuka pada tanggal 25 Oktober 2001. Pada tanggal 30 Juni 2012, nama mal tersebut diubah dari Bandung Supermall menjadi Trans Studio Mall Bandung.

Penyewa Trans Studio Bandung

Trans Studio Mall Bandung memiliki penyewa lokal maupun internasional. Beberapa penyewa lokal yang paling terkenal adalah: Keris Batik, Bebek Garang, Metro, Gramedia dan banyak lainnya.

Beberapa penyewa internasional yang paling terkenal adalah: Tebak, Hugo Boss, Lacoste, Mango, Nike, Starbucks Coffee dan masih banyak lagi. Sebagian besar toko merek mewah berada di tingkat pertama, sedangkan tingkat keempat kebanyakan memiliki kafe dan restoran. Ada juga bioskop, disebut TSM XXI, yang terletak di lantai lima.

Peristiwa Terkemuka Trans Studio Bandung

Amfiteater Trans Studio Bandung dilaporkan telah terbakar pada hari Selasa, 14 Oktober 2014. Untungnya, api itu bisa terkandung 15 menit setelah kejadian.

Sedangkan untuk potensi penyebabnya, General Manager Marketing Communication Wilayah Terpadu Trans Studio Bandung, Grandy Prajayakti, berbagi bahwa api telah menelan bahan yang mudah terbakar di taman hiburan.

Pada tanggal 19 Maret 2016, mal memiliki pemadaman listrik mulai pukul 20.30. [9] Pemadaman ini adalah bagian dari upacara Hari Bumi. Pada tanggal 14 April 2015, mal ini menyelenggarakan peragaan busana yang disebut FASHIONATIC2015.

Peragaan busana difokuskan pada fashion budaya lokal Indonesia, mis., Batik, dan bukan peragaan busana biasa. Pada tanggal 31 Oktober 2015, mal ini juga menjadi tuan rumah sebuah pesta Halloween dimana ada orang berpakaian seperti hantu.

Trans Studio Bandung

Trans Studio Bandung Theme Park adalah salah satu taman hiburan indoor terbesar di dunia. Dibuka pada 18 Juni 2011 di kawasan Bandung Supermall sebagai taman hiburan kedua di Indonesia setelah Trans Studio Makassar yang dibuka pada tahun 2008.

Dibandingkan dengan Trans Studio Makassar, objek wisata di Trans Studio Bandung lebih bertualang dan menantang karena mereka terutama menargetkan orang dewasa muda sedangkan yang di Makassar lebih cocok untuk keluarga. Taman Trans Studio Bandung terbagi menjadi 3 tema berbeda dengan total 20 wahana.

Pengunjung akan merasakan pengalaman menjadi bintang juga menjadi pria di balik layar program TV favorit Anda di TRANS TV dan TRANS 7, seperti ‘Dunia Lain’, ‘Jelajah’, ‘Si Bolang’ dan masih banyak lagi.

Studio Tengah Trans Studio Bandung

Bagian Studio Central memiliki tema Hollywood kuno. Pengunjung dapat melihat sejumlah artis Hollywood seperti Marilyn Monroe, Michael Jackson & Jeng Kelin di Walk of Fame dengan gaya desain arsitektur Hollywood 60.

  • Yamaha Racing Coaster (roller coaster diluncurkan diproduksi oleh Premier Rides)
  • Super Heroes 4D The Rides
  • Museum Penyiaran
  • Dunlop Trans Car Racing
  • Indosat Galaxy Vertigo
  • Teater Trans City
  • Giant Swing
  • Sibolang The Rides
  • Pusat Sains
  • Dunia Anak

Kota yang hilang Trans Studio Bandung

Bagian Lost City memiliki banyak wahana petualangan, seperti menyelamatkan awak Trans TV dalam ekspedisi mereka ke hutan di sepanjang jalur safari.

  • Jelajah
  • Kong memanjat
  • Sky Pirates
  • Ampiteater

Pojok Sihir Trans Studio Bandung

Bagian Magic Corner memiliki enam atraksi:

  • Negeri Raksasa
  • Kapal Pirate Black Heart
  • Dragon Raiders
  • Pulau Liliput
  • Dunia Lain
  • Special Effect Action Show

Wisata Gunung Tangkuban Perahu Bandung

Wisata Gunung Tangkuban Perahu Bandung adalah sebuah stratovolcano 30 km sebelah utara kota Bandung, ibukota provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ini meletus pada tahun 1826, 1829, 1842, 1846, 1896, 1910, 1926, 1929, 1952, 1957, 1961, 1965, 1967, 1969, 1983, dan 2013. Ini adalah daya tarik wisata yang populer dimana wisatawan dapat berjalan atau naik ke tepi kawah untuk melihat mata air panas dan lumpur mendidih dari dekat, dan beli telur yang dimasak di atas permukaan yang panas. Bersama dengan Gunung Burangrang dan Bukit Tunggul, ini merupakan sisa-sisa Gunung Sunda kuno setelah letusan plinian menyebabkan Kaldera runtuh.

Pada bulan April 2005 Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menimbulkan peringatan, melarang pengunjung mendaki gunung berapi. “Sensor di lereng dua gunung – Anak Krakatau di ujung selatan Pulau Sumatera dan Tangkuban Perahu di Jawa – meningkatkan aktivitas vulkanik dan membangun gas, kata vulkanologi pemerintah Syamsul Rizal.” Di sisi utara gunung itu Death Valley, yang berasal dari akumulasi gas beracun.

Untuk Anda yang membutuhkan Sewa Bus Pariwisata Bandung buat romongan tour, kami siap menyediakannya untuk Anda.Gunung Tangkuban Perahu

Sejarah Erupsi Gunung Tangkuban Perahu

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 membuktikan bahwa Tangkuban Perahu telah meletus setidaknya 30 kali dalam 40,750 tahun sebelumnya. Studi lapisan tephra dalam jarak 3 km dari kawah tersebut mengungkapkan bahwa dua puluh satu adalah letusan kecil dan sembilan lainnya merupakan letusan besar. Letusan yang terjadi sebelum sekitar 10.000 tahun yang lalu itu bersifat magmatik / freatomagmatik. Letusan yang terjadi setelah 10.000 tahun yang lalu adalah freatik. “Gunung berapi tersebut meletus baru-baru ini seperti 5 Oktober 2013.

Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Nama tersebut diterjemahkan kira-kira “naik perahu (a)” atau “perahu terbalik” dalam bahasa Sunda, mengacu pada legenda lokal ciptaannya. Ceritanya bercerita tentang “Dayang Sumbi”, sebuah keindahan yang tinggal di Jawa Barat. Dia mengusir anaknya “Sangkuriang” karena ketidaktaatan, dan dalam kesedihannya diberikan kekuatan pemuda abadi oleh para dewa.

Setelah bertahun-tahun berada di pengasingan, Sangkuriang memutuskan untuk kembali ke rumahnya, lama setelah keduanya lupa dan tidak mengenal satu sama lain. Sangkuriang jatuh cinta pada Dayang Sumbi dan berencana untuk menikahinya, hanya untuk Dayang Sumbi untuk mengenali tanda lahirnya saat dia hendak pergi berburu.

Untuk mencegah perkawinan berlangsung, Dayang Sumbi meminta Sangkuriang untuk membangun bendungan di sungai Citarum dan membangun sebuah kapal besar untuk menyeberangi sungai, sebelum matahari terbit. Sangkuriang bermeditasi dan memanggil makhluk mirip gerhana mitos – raksasa ijo atau raksasa hijau – untuk melakukan penawaranny

Dayang Sumbi melihat bahwa tugas tersebut hampir selesai dan meminta para pekerja untuk menyebarkan kain sutra merah di sebelah timur kota, untuk memberi kesan akan terbitnya matahari terbit. Sangkuriang tertipu, dan setelah percaya bahwa dia telah gagal, menendang bendungan dan kapal yang belum selesai, mengakibatkan banjir yang parah dan penciptaan Tangkuban Perahu dari lambung kapal.